Roy Suryo: Membuat Blogger Positif Untuk Indonesia

Dialog terbuka antara Blogger dan Roy Suryo akhirnya digelar di ruang teater Budi Luhur dengan kapasitas 250 orang penuh. Kebanyakan penonton rupanya dari kalangan mahasiswa BL sendiri. Tidak banyak wajah wajah familiar yang bisa saya kenali.

Salah satunya adalah Wazeen dan Caplang yang pernah komen di Blog saya. Semula saya pikir Caplang itu nama minyak angin tapi ternyata memang kupingnya caplang… hehe.. hush.

Abimanyu Panca Kusuma seorang praktisi IT dan juga Blogger bertindak sebagai moderator. Riyogarta sebagai pembicara Blogger sejak awal memberitahu bahwa dia hanya mewakili pribadi dirinya dan tidak mengatasnamakan komunitas Blogger. Setuju.

Sebelum acara dibuka panitia mempersilakan Rektor Universitas Budi Luhur, Prof Ronny Nitibaskara, untuk memberi sambutan yang panjang dan membosankan. Maklum Pak Rektor ini Guru Besar Kriminologi Universitas Indonesia, jadi sambutannya panjang lebar seperti kuliah saja.

Beliau juga menyampaikan pesan salah satu mahasiswa bimbinganya yang katanya musuhnya Roy Suryo dan sedang menyelesaikan program doktornya untuk bidang Cyber Crime. Roy bilang kenal betul siapa Petrus dan mereka katanya berteman sekaligus bermusuhan (kok bisa yah?)

Setelah Pak Rektor selesai memberi sambutan, kemudian moderator Abimanyu memulai acara dengan perkenalan yang bertele-tele. Memang ada humor sedikit disana sini yang membuat penonton tertawa tapi sesunguhnya kami sudah tidak sabar menunggu acara dialog dimulai.

Roy Suryo dipersilahkan oleh moderator untuk memulai dan Roy menceritakan kenapa ia bersedia hadir, tak usah saya ceritakan detailnya karena rada retorik, terkecuali cerita tentang peran Mas Wicaksono sebagai penghubung diawal awal antara dirinya dan Riyogarta.

Dia juga maunya Mas Wicak ini yang jadi moderator tapi rupanya Ndoro Kakung ini jam 9 pagi belum bangun katanya. Roy bilang Mas Wicak itu guyon, tapi kalo orang yang gak ngerti guyonnya maka akan dibilang sombong, “kok untuk acara penting gini jam 9 belum bangun”, ungkap Roy memberi contoh ekspresi orang yang gak ngerti guyonnya Mas Wicak. Mungkin Roy mau protes sama Mas Wicak tapi dengan cara seperti itu.

Kemudian dialog dimulai dengan penjelasan dari Riyogarta tentang topik dialog semula bukanlah “Membuat Blogger Positif Untuk Indonesia”, judul topik tersebut adalah pilihan dari Roy Suryo. Kemudian Riyo melanjutkan dengan membuka slide situs detikINET yang memuat:

Siapa ‘mereka‘ yang dimaksud Roy? “Kelompok blogger dan hacker yang selalu bertindak negatif adalah pelakunya. Hal ini membuktikan, yang namanya blogger dan hacker Indonesia belum bisa mencerminkan citra positif,” tegas Roy kepada detikINET, Kamis (27/3/2008).

Riyo kemudian mempertanyakan apa masuk dari pernyataan tersebut, siapa yang dimaksud dengan “mereka”, kata Riyo.

Dimulai dengan cengar cengir yang khas, Roy kemudian menjawab bahwa sebuah media sering kali membutuhkan headline yang Eye Catching. Sehingga apa yang dia lakukan itu semata mata adalah sebuah teknik komunikasi. Itu intinya, kemudian ia melanjutkan dengan penjelasan yang panjang lebar dan berputar putar tentang hal hal yang menurut saya tidak terlalu berhubungan dengan pertanyaanya.

Demikian seterusnya pertanyaan demi pertanyaan diajukan dan dijawab dengan teknik yang sama, berputar putar yang sering kali diakhir putaran tidak menjawab pertanyaannya. Saya jadi geretan. Diperparah lagi oleh moderator yang menurut saya terlalu banyak mengambil waktu untuk menjelaskan sejarah media di Internet. Mohon maaf Mas Abim tapi ini suatu perasaan subyektif saja, siapa tahu yang lain malah seneng -)

Ada satu poin penting yang disampaikan oleh Abimanyu disini yaitu ketika paparannya sampai pada Blog dimana Abimanyu mempertanyakan seberapa besar jumlah Blogger Negatif tersebut. Tapi itu bukan untuk dijawab Roy. Abim melanjutkan kembali paparannya hingga selesai. Continue reading